Jumat, 21 Maret 2014

Dag Dig Dug!!!

Saya memulai hari ini dengan penuh rasa cemas, takut, bingung, dan juga..... ngantuk.

Isu bakal terjadinya gempa dan tsunami di Padang ini benar-benar membuat saya tak berhenti memikirkannya. Perasaan cemas, takut, dan bingung tadi bercampur aduk menjadi satu, layaknya rujak yang siap untuk disantap oleh pikiran saya. Saya menyadari bahwa dosa saya lebih banyak dari pada pahala saya, makanya saya takut..... *jleb*

Awalnya saya nggak tau apa-apa tentang isu tersebut. Namun, ketika saya kuliah, yang namanya cewek, pasti rumpi. Pas lagi belajar, ada salah seorang teman saya yang ngomong,

"Kenapa harus Maret terus ya, Cin?"

"Loh, emang kenapa Maret, Sa?

"Ya kan isu gempa dan tsunami tahun lalu bulan Maret juga, Cin."

"Hah? Isu apa? Gempa? Tsunami? Kata siapa?"

"Masa nggak tau sih? Di Hotel Pangeran rapat 18 negara ngomongin prediksinya."

"Emang prediksinya gimana, Sa?"

"Katanya sih tanggal 20 ke atas, Cin."

Saya hening.
Sampai mata kuliah berakhir, saya bergegas pulang. Di kos, saya kepoin tentang apa yang diomongin sama temen saya tadi. Setelah kepo, saya dapat beberapa info:
- Namanya, Mentawai Megathrust DiRex 2014.
- Hasil rapat, perkiraan akan terjadi gempa yang berpotensi tsunami di Mentawai.

Beberapa menit kemudian, saya dapat broadcast message, isinya gini:

Tolong sebarkan

Hasil rapat 18 negara siaga bencana:
- Jika terjadi gempa selama atau lebih dari satu menit, segera evakuasi diri ke tempat yang jauh dari bibir pantai.
- Jika gempa terjadi lebih baik jangan menggunakan kendaraan roda empat.
- Mengevakuasi diri ke tempat yang terdapat shelter.
- Prediksi tsunami di Padang akan terjadi 3 KM dari bibir pantai dan akan terjadi setelah 20-30 menit gempa terjadi.
- Jika sirine telah berbunyi segera mengevakuasi diri ke tempat paling aman
- Tanggal 21 Maret akan dilaksanakan simulasi gempa dan tsunami.

Saya nggak tau pasti broadcast di atas itu beneran apa hoax. Setidaknya, broadcast itu bisa meningkatkan kewaspadaan kita.

Hari ini, 21 Maret 2014, nggak tau tepatnya jam berapa, akan diadakan simulasi gempa dan tsunami. Saya juga nggak tau bagaimana caranya simulasi itu akan berjalan, dimana saja simulasi akan dilakukan, dan apa yang harus saya lakukan ketika simulasi. Yang jelas, saya bingung.
Saya yakin, pemerintah bukannya ingin mendahului Tuhan, tapi ini prediksi, wajib untuk diwaspadai, dan kita harus mengikuti instruksi. Demi kebaikan sendiri.
Kos saya yang jaraknya tidak begitu jauh dari pantai semakin membuat saya was-was. Pertanyaan-pertanyaan, "Kalau benar terjadi, aku harus lari kemana?", "Aman nggak ya kalau kesana?", "Aku harus gimana?", dan banyak pertanyaan lainnya berputar-putar di kepala. ONDE MANDE......

Saya cuma bisa berharap dan berdoa supaya tidak terjadi apa-apa di Padang (terlebih lagi Mentawai yang menjadi pusat gempa). Tapi jika prediksi dari rapat 18 negara itu benar, apa boleh buat. Takdir kita, kuasa Tuhan.

Terima kasih sudah menyempatkan diri buat membaca blog saya, mampir lagi yaaa. Jangan sungkan-sungkan. Arkha Khadabraa~ *cring*
*cring* *muncul lagi* jangan lupa bantu doa ya teman-teman. Arkha Khadabraa~ *cring*

Kamis, 20 Maret 2014

Vector Attack

Saya sedang mengalami vector attack. Duar! *kejang-kejang*
Tiba-tiba saya penasaran banget sama gimana cara ngebuat vektor. Itu karena saya ngelihat di instagramnya temen saya, dia ngebuat banyak vektor, spontan saya langsung pengen bikin begituan juga. Saya gugling caranya, terus langsung saya praktekin.
Tapi hasilnya..... kaku banget. :(

Kayak gini nih:













Ya, hanya sebatas itulah ilmu saya tentang vektor. :(
Tapi saya seneng, karena tiba-tiba ada senior yang sms saya, minta tolong dibikinin vektor. Dan vektornya itu nanti dicetak, dijadiin buah tangan buat sebuah acara yang diadain pkm di kampus. Dengan ilmu vektor seadanya, saya bikin pesanan senior itu. Begini hasilnya:


Memang, hasilnya tidak seberapa, tapi saya seneng, karena ini dijadiin 'buah tangan' :')

Oh iya, buat yang punya ilmu lebih tentang vektor, mohon masukannya. Supaya vektor yang saya buat bisa lebih hidup lagi. :)
Terima kasih buat yang sudah menyempatkan waktu buat mampir di blog saya. Mampir lagi yaaa, jangan sungkan-sungkan. Arkha Khadabraa~ *cring*

Kamis, 13 Maret 2014

Menjadi [S] Di Antara Mereka

Entah kenapa selama satu tahun ini saya menjalani hari dengan menjadi [S] diantara mereka.

- - - - -

Awalnya saya bingung, ini adalah hubungan yang tidak pernah saya bayangkan. Tapi saya menikmatinya. Hubungan seperti apa ini?

Namanya Ical. Saya dan dia sudah kenal dua tahun lebih. Saling bercanda, mengejek, dan menasehati, layaknya sahabat baru yang tak mengenal cinta, dan tak mengerti bahwa cinta dapat mendatangi kami kapan saja cinta itu mau. Ical dan pacarnya, Yuni, sudah berpacaran selama lima tahun. Kira-kira kalau mereka menikah, mungkin mereka sudah melaksanakan KB, punya dua orang anak yang imut-imut, dan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah. 

"Masa bodoh Ical punya pacar apa enggak. Kita kan cuma sahabatan." tegas saya dalam hati

Menjalani hari layaknya sahabat biasa, saya dan Ical akhirnya merasakan perasaan yang tidak biasa muncul diantara kami. Seperti ada kupu-kupu dan naga terbang dalam perut saya, begitu pula dengan Ical.
Ical   : "Cin, ayo, Cin. Kita main pacar-pacaran"
Ucin : "Yah, cuma main?"
Ical   : "Yaudah ayo pacaran beneran"
Saya dan Ical pun akhirnya jadian. Ya, sesimpel dan semudah itu. Tanpa banyak basa basi. Meskipun saya tau betul resiko apa yang bakal saya dapatkan nantinya.

Delapan bulan pertama yang kami jalani, berjalan dengan sangat lancar. Tapi lama kelamaan, seperti ada sesuatu yang sangat mengganjal. Sesuatu yang sangat mengganjal ini sebenarnya sudah lama muncul, tapi saya benar-benar baru menyadarinya, karena sifat dingin Ical yang sedikit demi sedikit mulai menusuk hati dan jantung saya. Saya dan Ical harus mengerti satu sama lain. Tapi saya paling susah buat mengerti Ical. Karena selama dia pergi sama pacarnya, saya nggak boleh menghubunginya. Rasanya sakit banget nungguin pacar yang lagi pacaran sama pacarnya. Rasanya tuh kayak... pisang yang mau dimakan, kulitnya dibuang, terus tiba-tiba kulitnya diambil lagi buat ngerjain orang. Jadi kapanpun Ical keluar bareng Yuni, saya cuma bisa nungguin dia pulang dan ngehubungin saya. Terkadang saya pengen punya pacar juga, supaya Ical tau apa yang saya rasain. Tapi apa daya nggak ada yang mau sama saya saya belum nemuin orang yang tepat.
Yang paling sakit adalah ketika siang ditinggal tidur, malam ditinggal pacaran. Itu adalah hari dimana saya benar-benar murka. Disana saya bisa ngerasain kalau jadi pacar kedua itu adalah neraka cinta yang sesungguhnya.

Sampai pada hari dimana saya terlalu lelah untuk memperjuangkan cinta ini, saya menyerah. Saya pikir saya adalah monster terkejam yang sudah saatnya membiarkan orang lain bahagia. Saya merasakan sakit luar biasa, bagaikan luka yang dibiarkan menganga, tapi saya tidak ingin terus dihantui oleh perasaan bersalah. Hari itu, tekad saya sudah bulat, akhirnya saya melepas diri dari tempat yang seharusnya dihuni oleh Yuni, tulang rusuk Ical yang sesungguhnya.

Ketika kita berada diantara dua orang yang sedang menjalin cinta, kemudian memilih untuk membenarkan perasaan kita, tanpa memikirkan perasaan orang lain, ketika itu kita menjadi [S] diantara mereka.
Entah [S] itu Smile (senyuman), Sick (rasa sakit), atau [S]elingkuhan. Semua tergantung kita yang menjalani. Yang jelas bagi saya yang menjadi [S] diantara Ical dan Yuni, saya adalah [S]elingkuhan dan [S]ick yang berguna untuk menguji cinta mereka. Saya adalah tulang rusuk [S]usu yang salah menempatkan diri. Mana mungkin Ical punya dua tulang rusuk sekaligus?




#SayembaraTulangRusukSusu
@indrawidjaya @bukune

Selasa, 04 Maret 2014

GALAU – Unrequited Love @JambanBlogger Terbit!!!!



Apa itu yang terbit? Apa? Kok ada ‘galau’ nya? Itu apaan sih? Buku ya?
Yes, GALAU – Unrequited Love @JambanBlogger adalah sebuah buku terbitan @MediaKita yang isinya bercerita tentang….. baca aja nanti ya kalau bukunya udah dibeli. :p

GALAU – Unrequited Love @JambanBlogger ditulis oleh 16 orang anggota forum Jamban Blogger, termasuk saya *nyengir* *terdengar Indonesia Raya dari kejauhan* 

Jadi, sebelum bukunya terbit, anggota yang mau ikutan sayembara menulis ini dikasih deadline sampai tanggal 1 Desember. Akhirnya tanggal 1 Desember berlalu seiring berjalannya waktu, seiring dengan maraknya keeksisan Farhat Abbas dan Ayu Ting-Ting di banyak infotainment. Naskah yang dikirimkan oleh anggota ini diseleksi terlebih dahulu. Bagian seleksi ini memakan waktu paling lama. Dari awal Desember 2013 sampai awal Februari 2014. Jadi, kira-kira 2 bulan gitu deh.
Hari terus berganti, tanpa menyadari kalau bulan juga terus berganti, tiba-tiba saya dapat email pemberitahuan dari @JambanBlogger kalau naskah saya diterima. Wih! Senengnya bukan main. Dari seratusan naskah, naskah saya terpilih untuk menjadi salah satu dari 16 naskah yang bakal digabung dan diterbitin jadi buku! Bagi saya, itu sangat membanggakan. Iya, saya bangga. Tepuk tangan dulu dong. *prok prok prok*
Sebenarnya, saya mengirimkan dua naskah untuk diikutkan dalam #UnrequitedLoveJB ini. Tapi yang dipilih cuma satu. Yaaah.. gapapalah, setidaknya masih dikasih kesempatan buat nerbitin satu naskah yang panjangnya cuma delapan lembar kertas A4. HEHEHEHE. Nanti kalau waktunya sudah tiba, saya bakal ngeposting naskah saya yang ditolak. Judulnya: “Yang Kedua Tidak Pernah Dinomorsatukan”

Wah, kepanjangan mukadimah nih saya. Langsung saja, mari bahas GALAU – Unrequited Love @JambanBlogger yang sudah terbit. Saya kasih lihat covernya dulu deh, nih:

Cover yang unyu

Cover belakang komennya diisi oleh @indrawidjaya


Tanggal 1 Maret 2014 ini, akhirnya buku GALAU – Unrequited Love @JambanBlogger resmi terbit di toko buku yang ada di Jabodetabek. Yang di luar jabodetabek kira-kira bakal terbit seminggu setelah bukunya beredar di Jabodetabek. Doain aja cepet beredarnya. Hehehehe

Nih, detail bukunya:

Penulis: @JambanBlogger
Harga: Rp. 48.000,-
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: x + 246 hlm
Penerbit: MediaKita
ISBN: 979-794-445-X

Sinopsis
Ketika bicara cinta, banyak rasa disana. Ada rasa kangen, sayang, marah, benci, dikhianati, cemburu, dan juga perasaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Kadang, semua rasa itu bisa dialami oleh seseorang dalam waktu bersamaan. Tiba-tiba seseorang bisa tersenyum, selang waktu kemudian meneteskan air mata, diakhiri dengan kemarahan. Namun, tidak perlu menunggu waktu lama, keceriaan itu bisa muncul kembali.

Ketika bersentuhan dengan cinta, kita pasti bertemu dengan penolakan, ungkapan rasa yang tak terucap, ngepo-in mantan, atau move on yang gagal total.
Ada kegalauan. Di lain waktu, kita mengalami dicintai, disayangi, dan juga menemukan cinta yang baru. Ada kebahagiaan.

"Buat kalian yang masih butuh pencerahan dalam kehidupan percintaan, buku ini bisa jadi salah satu pedoman. Bahkan, bisa jadi bahan introspeksi diri. Hati-hati 'ketampar' sendiri waktu lagi baca."
(Indra Widjaya, penulis menyambi pengamen)

Saya senang dan haru. Semoga naskah saya yang cuma delapan halaman ini bisa menjadi langkah awal yang selalu memupuk niat saya untuk mendapat gelar ‘penulis’. Amin!!!
Ini adalah sebuah buku kompilasi yang sangat keren, menurut saya. Karena, semua penulisnya tergabung dalam satu forum, yaitu: Jamban Blogger.
Saya bangga menjadi bagian dari Jamban Blogger. Gabung yuk, bareng kita-kita. Cmmon join with us at Jamban Blogger.




Kamis, 06 Februari 2014

IP-ku Tak Setinggi UKT-ku

Satu semester menduduki makan minum dan muntahin kembali bangku kuliah, ngerjain tugas, ngegosip sama temen pas lagi belajar, mengikuti ujian tengah semester, dan mengikuti ujian akhir semester, membuat saya bertanya-tanya. "Apa hasil dari kerja keras saya kuliah selama satu semester ini?"
Perjuangan berat telah dilalui. Mulai dari bangun pagi, tangan gempor nulis tugas, dan.... hujan-hujanan ke rumah temen buat nyalin tugas.

Akhirnya, hari yang dinanti tiba.
Seluruh mahasiswa dan mahasiswi sangat penasaran dengan hasil nilai atau yang biasa disebut IP (Indeks Prestasi) masing-masing.
Ada beberapa kemungkinan. 1) IP tinggi. 2) IP biasa aja. 3) IP rendah.
Pertanyaan besar bagi saya dan mahasiswa/i lainnya adalah, "BERAPA IP SAYAAAAA?!!!"


DUAAAAAAAAARRRRRRRRRRRR!!!!!!!!!!!
*tewas di tempat*

IP saya...... IP saya...... Ip saya........ Dua koma sembilan tiga. Du.. du... dua.. koma, sembilan tiga. Saya harus bilang apa ke mama? Kalau mama marah-marah karena IP saya yang segitu gimana? Duh. Saya takut bilang ke mama papa kalau IP saya segitu, takut dimarahin, males diceramahin juga. Tapi masa saya nggak kasih tau ke mama papa tentang nilai saya? *ketiduran pas lagi mikir*

*beberapa hari kemudian*
Mama: Udah keluar IP Ucin?
Ucin: Emm.. Udah, Ma.
Mama: Gimana hasilnya?
Ucin: Dua koma.... sembilan tiga, Ma.
Mama: Oh, yaudah, namanya juga baru semester satu. Nggak pengalaman juga sama elektro, jadi masih kaget sama mata kuliahnya. Semester depan naikin IP-nya, ya, Cin.
Ucin: Iya, Ma. *kemudian kegirangan*

Ternyata mama nggak marah. Syukurlah.

Mungkin saya emang masih kaget dan emang masih belum serius ngejalanin kuliah ini, karena masih setengah hati juga, sih. Makanya IP saya segitu. Tapi yang saya nggak terima, kenapa Alat Ukur dan Pengukuran bisa dapat E? Padahal tugas kumpul terus, uts dan uas juga ditiadain sama dosennya. Tapi kenapa bisa dapat E sih? Saya salah apaaaaa sama bapak, Pak? APAAAAAAAAA??!!!
Di mata kuliah ini, yang dapat E itu ada dua orang. Saya dan Ican. Padahal Ican adalah sumber jawaban tugas-tugas yang tebel kayak skripsi itu, tapi dia juga dapet E. Tentu kami berdua nggak terima dengan nilai itu, maka kami datengin dosennya. Pas dosennya didatengin ke rumahnya, saya dan Ican udah nyebut salam berpuluh-puluh kali, tapi... jangankan dibukain pintu, dibukain pagar aja enggak, salam juga nggak dijawab. Huft. Padahal dari jendela, saya dan Ican ngelihat ada orang duduk di kursi ruang tamu bapak itu. Oh, begini ya rasanya berurusan ama dosen. :'|
Yang jelas, sampai bapak ini ngejelasin gimana sistem penilaiannya, saya nggak bakal gentar buat datengin bapaknya. Cemungut! *ngomong ama cermin*

Jadi ceritanya, IP saya beda jauh sama uang spp yang harus saya bayar ke kampus. Makanya judul post saya begitu. Udah, gitu aja penjelasannya. :|

Pokoknya semester dua ini IP saya harus lebih tinggi daripada IP semester satu. Doakan ya, gaes! Sini cium satu-satu. :*

Jumat, 06 Desember 2013

Hati-Hati SMS Dosen

Seminggu yang lalu, di pagi yang cerah pada hari Jumat.
Saat itu saya akan belajar mata kuliah Ilmu Bahan Listrik di ruang E69 blok teknik elektro di kampus. Kuliah yang harusnya dimulai pukul 07.00 WIB, belum dimulai karena dosennya belum datang. Karena sudah setengah jam menunggu, komting grup 1LB menghubungi dosen tersebut lewat sms. Saya nggak tau persis apa isi dari smsnya, tapi....
Setelah bapak dosen datang, beliau langsung masuk ruangan, meletakkan tasnya, dan ber-kulsjam (kuliah satu jam). Bukan, bukan tentang ilmu bahan listrik. Tapi tentang sms dari komting tadi. Bukan karena isi sms komting nggak sopan, tapi karena........ sms si komting bertandatangan "be5t frIenD"
Dosen saya tersinggung karena tandatangan tersebut. Entah karena beliau nggak tau kalau ada hape yang bisa pakai tanda tangan, atau entah karena beliau merasa dianggap teman. Pfffft
Selama sejam lebih, dari beliau masuk sampai jam mata kuliah habis, beliau berceramah tentang ituuuuuuuuu semua. Sampai capek dengernya.
Ternyata, setelah si komting sms begitu, dosen saya langsung nelpon komting dengan kalimat pembuka, "Selamat pagi teman baikku!"
Onde mande..
Alangkah berpengaruhnya tandatangan di henpon si komting. Sampai-sampai dia dianggep teman baik sama pak dosen. Untung tandatangan si komting bukan "LovE YoU 4eVer". Kalau tanda tangan si komting begitu, bisa jadi pak dosen nelpon dengan kalimat awal, "I LOVE YOU TOO...."

Untuk itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum sms ke dosen dikirim:
1.  Salam/Ucapan
Ini penting. Karena sebuah salam dan ucapan, baik itu selamat pagi, selamat siang, selamat sore, ataupun selamat malam, adalah sebuah doa. Jadi, biasakan ucapin salam dulu di awal sms. Kalau nggak tau mau ngucapin salam gimana, ya itu tadi.. ucapan selamat pagi, siang, atau sore.

2. Sopan
Ini point paling penting. Coba aja sms dosen gini, "bro. lu dimana? gue mau ngumpulin tugas nih. buruan dateng ye." Ini asli nggak sopan banget. Inget kalau dosen itu lebih tua, jadi hormati dan hargailah. Berperilaku sopan.

3. Tanda Tangan
Sebelum kirim sms ke dosen, lihat tandatangan udah bener apa belum, kalau belum ya hapus aja. Kalau udah, lebih baik nggak pakai tanda tangan. Berabe nanti kalau dosennya salah pengertian tentang tanda tangan di henpon itu.

Maka dari itu, berhati-hatilah kalau mau sms dosen. Jangan lupa untuk menyapanya, dengan salam. Kalau kalian punya pendapat lain tentang "hal-hal yang harus diperhatikan sebelum sms ke dosen dikirim", dan punya pengalaman tentang sms ke dosen lain, share di comment box yah! Thank you.

Kamis, 21 November 2013

Future? Who knows? #VeryLatePost

Huwaaaaaw~
Yaaa, saya kembali lagi dengan berbagai curhatan saya tentang perjuangan mendapatkan masa depan. Hehehe cari kampus maksudnya.
Setelah pulang dari Jogja dengan niat mencari kampus, saya mendapat 2 kabar. Yang satu kabar baik, yang satu kabar buruk. Kabar baiknya adalah saya keterima MMTC dan kabar buruknya adalah saya nggak keterima di STIS. Setelah bergembira senang luar biasa karena keterima MMTC, saya mendiskusikannya sama mama papa selama 2,35 jam. Hasilnya? Nggak ngambil MMTC. Yah, sayang sekali memang. Karena tujuan saya tes di Jogja kemarin hanya untuk tes di MMTC. Tapi setelah dapat, malah disia-siakan.

Bulan depannya, saya kembali ikut tes sambil nungguin tes SBMPTN diadakan. Awal Juni, saya tes di Polinema (Politeknik Negeri Malang). Di Malang, saya numpang tidur di rumah salah satu imagindration yang udah saya anggap kakak sendiri. Setelah 2 minggu di Malang, saya ke Jogja (lagi) buat tes SBMPTN. Daaaan nyampe Jogja, pengumuman polinema keluar. Hasilnya? Saya nggak lolos. Huft. Kecewa banget lah, tapi ya mau gimana lagi, emang usaha dan doanya kurang. Kemudian tibalah waktunya untuk tes SBMPTN. Belum tes, saya udah pesimis duluan. Dan akibat dari kepesimisan saya itu adalah, saya beneran gagal lagi. Saya bener-bener kecewa. Tapi mama nyuruh ikut tes lagi, terus saya ikut lagi tes di ITS. Saya rasa soal di ITS ini nggak sesusah tes di polinema, tapi entah kenapa, saya tetep aja gagal. HUUUUUFFFTTTTT.

Saya bener-bener udah kecewa, sampai akhirnya saya minta mama buat daftarin saya di ITN Malang. Mama masih ragu sih, gegara ITN itu swasta. Tapi, akhirnya mama mau ngedaftarin saya disana. Waktu daftar di ITN, saya keterima jalur beasiswa. Saya suweneng, akhirnya kampus saya jelas dimana. Saya udah foto kampus ITN juga buat diliatin ke mama, udah nyari tempat kos juga.
Karena saya udah sebulan lebih di Jawa, dan udah mau lebaran, saya pun balik ke Pekanbaru. Sesampainya di Pekanbaru, mama malah bilang "tunggu pengumuman di UNP" WHAAAAAAT? Saya didaftarin di UNP sama mama, yak, secara diam-diam. Dan sambil nungguin pengumuman di UNP, saya selalu berdoa supaya saya nggak lolos disana. Mama janji kalau saya nggak lolos di UNP, saya boleh kuliah di ITN.
Tapi ternyata.... saya lolos di UNP. Pas pengumuman lulus itu, bukannya seneng, saya malah sedih, nangis seharian. Padahal yang ada di dalam otak saya itu, "sampai jumpa Malang, sampai ketemu akhir Agustus.." Tapi saya malah jadinya kuliah di Padang. Emang sih Malang sama Padang cuma beda 2 huruf, tapi saya beneran nggak seneng lolos di UNP.
Tapi saya nggak pengen bikin mama kecewa, dengan terpaksa, saya mau masuk UNP. Meskipun nggak sepenuh hati. Dan pas daftar ulang juga semua mama papa yang ngurusin, saya bersikap apatis dan nggak mau tau apapun. Saya kira dengan bersikap begitu, mama papa bakal ngurungin niat buat saya kuliah di UNP. Tapi ternyata enggak, saya tetep disuruh kuliah di UNP.

Sekarang, saya udah 4 bulan lebih menjalani status sebagai "mahasiswa" di UNP. Waktu mama kesini, mama cerita, "Ucin kalau bisa lulusnya tepat waktu ya, Nak. Mama kemarin mimpi di Padang tsunami, terus Ucin nggak ketemu. Pas mama bangun, mama nangis, mama bilang sama papa kalau mama masukin di Malang, mungkin nggak bakal gini" Saya diem. Kemudian mikir, "kenapa nggak dari dulu aja sih ma mimpinya" -_____-
Yah, semoga kekhawatiran mama ini nggak jadi kenyataan, dan semoga saya bisa lulus tepat waktu. Amin.

Btw, terima kasih atas waktunya untuk baca blog saya ini. :D